Mengapa Kita Tertipu

Kalau kamu pemerhati sejarah, saya yakin kamu sepakat bahwa penipuan terjadi sejak peradaban manusia terbentuk. Dan bila kita jujur, kita pun tidak bisa memastikan bahwa buku sejarah yang kita baca itu menipu kita dengan fakta palsu atau tidak. Toh kita tidak dapat membuktikannya karena kita belum hidup di jaman itu sehingga tidak dapat mengakses bukti-bukti dan saksi.

Awal tahun ini saya sempat menonton banyak video di Youtube tentang modus penipuan terkini. Ternyata modus penipuan pun berkembang sesuai dengan perkembangan teknologi. Penipu jaman now sepertinya sudah fasih memanfaatkan fasilitas teknologi informasi dan komunikasi dalam menjalankan modusnya, bahkan beberapa modus sudah melampaui kewaspadaan dari perusahaan penyedia jasa terkait. Contoh dari modus penipuan canggih terakhir adalah memanfaatkan sms kode otorisasi (authentication) untuk mengaktifkan transaksi dari app, antara lain yang diterapkan oleh Telkomsel dan Gojek.

Adik saya pun pernah terkena modus canggih di atas akhir 2017 lalu ketika ia belum ngumpul jiwanya dari bangun tidur, sudah ditelepon oleh sesorang yang mengaku customer service Telkomsel. Saat itu si petugas meminta adik saya membacakan kode sms yang terkirim ke aplikasi Telkomsel di hp adik saya. Si adik yang naif ini pun memberikannya daaaan.. si penipu pun bisa mengakses saldo pulsa adik saya dan memindahkan untuk dirinya.

Saya pun pernah tertipu dengan modus yang lain.

Dari pengalaman-pengalaman tersebut, saya berpikir untuk membuat sebuah video mengenai penipuan. Tapi karena keterbatasan akses kepada penipu, maka video yang saya buat berisi dari para korban penipuan di sekitar saya yang bermurah hati membagikan pengalamannya tertipu.

Lucunya.. mereka sepertinya geli sendiri bercerita tentang betapa bodohnya mereka sehingga lengah.

Kesimpulan saya mengenai mengapa kita bisa tertipu adalah yang utama karena kita mempunyai pengharapan terhadap sesuatu. Kita berpegang kuat pada harapan tersebut sehingga ketika ada “kemudahan” atau “ancaman” terhadap harapan tersebut, kita cenderung lengah. Tingkat urgensi yang dimainkan oleh penipu pun membuat kita cenderung sembrono dalam bereaksi segera.

Berikut video mengenai kami-kami yang tertipu.. Enjoy!

Komentarnya?